Dua Tahun


DUA TAHUN

Postingan sebelumnya adalah peristiwa dua tahun lalu. Yes, ada kelanjutannya kok hehe

Alasan dibalik tulisan ini adalah untuk mengingat perjalanan kami selama dua tahun.

Banyak hal yang sudah kami lewati. Pertengkaran adalah hal yang tidak dapat dihindarkan. Tapi tawa pun tak luput memenuhi hari-hari kami berdua.

Baru ku sadari, dua tahun bukanlah waktu yang singkat. Satu tahun kita bersama, satu tahun dipisahkan oleh jarak. Menunggu bukan hal yang mudah.

Saat itu, pulang kerja adalah hal yang paling berat. Lelah, juga rindu. Sambil menerka kapan bisa bertemu. Sering ku khawatir tak beralasan. Tapi, kamu pun di sana juga berjuang, bukan? Mungkin hanya aku yang terlalu cengeng.

Oh, bertemu dalam mimpi pun adalah hal yang paling ku syukuri, walaupun dengan tangisan.
Namun, mungkin ini yang orang bilang, penantian yang tidak sia-sia.

Masih ga nyangka kamu udah pulang, Mas.


Akhirnya bertemu, pertama kali


Akhirnya bertemu, pertama kali



Di Kokas.


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, kelapa gading-tebet, sampai dalam keadaan yang cukup selamat (yakni tidak lusuh) walau naik ojek. Tapi touch-up itu perlu dan mampirlah aku ke toilet.

Kami langsung ketemu di 21. Dheg.

“Bang gokun ya?” candaan yang sudah dipikirkan dengan matang akhirnya jadi garing, karena kamu ngga dengar. Akhirnya malah tanya, “kamu bawa motor?” hmmmmm baiklah.

Yang aku ingat saat itu, orang bilangnya sih “Kopi Darat”, kamu pakai topi dan jam tangan.
“Seratus” dalam hatiku.
Kamu tanya mau makan apa. Aku jawab “bebas”. Salah ya. Harusnya ngasih rekomendasi. Tapi akhirnya kami makan di Bakmi GM. Makan mie lagi, padahal di kantor, baru nyeduh mie instant haha
Kami lanjut nonton, film minion yang sebenarnya tidak aku suka. Tertawa, ya, walaupun memang sedikit ku paksakan. Tapi sungguh, itu karena aku terlau deg-deg-an.

Belum jam 5 sore, tapi kami sudah jalan pulang. "nge-date macam apa ini", seakan tidak rela untuk berpisah.
Kami berdua naik feeder sampai Stasiun Tebet.
Sempat salah jalan saat di stasiun. Haha sepertinya kami terlalu gugup.

“Kabarin ya fi kalo udah nyampe”, katanya.


Alhamdulillah. Kalau kaya gini berarti lanjut, kan?