ya Allah.. I'm so confused! saya harus berdoa apa? apakah saya harus meminta untuk tidak diloloskan dalam SNMPTN Undangan? jujur, saya sangat bingung.
mama saya minta kepada saya agar saya mendapat beasiswa. tapi beasiswa full itu cuma ada di Universitas Swasta. saya juga tidak ingin sembarangan memilih Universitas Swasta. adalkan ada beasiswa lalu saya ambil. tidak. saya mlihat akreditasinya terlebih dahulu.
tapi mama saya tidak mengerti dan tidak ingin tahu. dia hanya ingin saya kuliah gratis agar tidak merepotkan orang lain. merepotkan orang lain? ya. jujur, papa saya itu tidak punya tabungan sama sekali untuk bekal saya kuliah. untuk masuk SMA dan untuk sekolah adik2 saya beliau tidak punya, apalagi untuk kuliah saya yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal.
ya Allah apa saya tidak tahu diri? apa saya terlalu berharap muluk?
saya memilih Universitas Indonesia (UI) yang jelas saya tahu benar kalau itu hanya prestise belaka. tapi impian saya adalah masuk univ tersebut.
mungkin anda sempat berkomen kenapa tidak ikut beasiswa bidik misi? ya saya juga maunya seperti itu. terus? tidak bisa. tidak memenuhi kualifikasi tepatnya.
pintar banget? apalagi. saya tidak sepintar teman2 saya di kelas maupun di sekolah.
mampu? kalau dibilang mampu sih saya sangat merasa tidak. tapi untuk dibilang tidak mampu juga tidak.
dari saya lahir, hum tidak dari orang tua saya menikah mungkin kami hanya memiliki kehidupan yang sederhana. gaji papa saya lebih dari batas untuk ikut bidik misi. tapi gaji itu masih kurang dari umr/batas kesejahteraan suatu keluarga.
terlebih lagi tanggunan papa saya adalah tiga orang anak(termasuk saya) yang kebutuhannya sudah banyak dan berbeda2. bidik misi juga akan menyurvei rumah orang tua saya. maaf, rumah kontrakan kami.
terus apa maslahnya? rumah yang kami tempati merupakan rumah 2lantai alias tingkat. semenjak kami pindah ke Tangerang kami selalu berpindah-pindah tempat tinggal tapi orang tua saya selalu mengusahakan agar pindahnya tidak jauh dan masih di lingkungan itu, kalau bisa masih satu RW.
dan kebetulan rumah yang sekarang kami tempati inilah yang kebetulan pada saat itu kosong. rumah ini tidak besar. hanya sekitar kurang dari tipe 27 tapi tingkat dan di lantai atas hanya ada satu kamar dan tempat untuk mencuci. di lantai bawah ada satu kamar dapur dan ruang tamu.
kami juga memiliki motor yang jelaslah tidak akan masuk kualifikasi untuk bidik misi. komputer dan laptop menjadi pelengkapnya. jadi? yahh saya jelas tidak bisa mengikuti bidik misi.
lalu sekarang saya harus bagaimana?
pernah beberapa bulan yang lalu saya memberitahu mama saya kalau di salah satu univ swasta ada yang mengadakan bewasiswa. tapi mama saya bilang kalau itu masih univ baru dan lebih baik melamar beasiswa di univ 'a' saja. dia sudah lama dan terakreditasi.
ya sudah saya tidak jadi menyiapkan berkas. mama saya juga sangat ingin saya mendapatkan beasiswa tapi di tempat yang 'eklusif' pula. lah? di univ negeri juga ada kan?
berkali2 beliau bilang coba cari dari kampus 'h' kampus 'l' dan dari yayasan seperti 'b' atau 's'. sudah jelaslah beasiswa tersebut benar2 hanya akan diberikan kepada orang yang pintar dengan nilai rata2 rapot yang tinggi. lah saya? saya tidak seperti itu dibanding teman2 saya.
saya juga takut kalo akhirnya saya diterima di UI kampus yang penuh prestise itu, my parents can't afford it. memang sih ada BOP-berkeadilan. tapi adil menurut siapa dulu? kalau ternyata menurut keluarga kami itu belum adil bagaimana?
kalau ternyata (amit-amit) BOP nya malah dinaikan? ihh, nauzubillah deh ya Allah jangan sampe. dan takut hal2 yang tidak diinginkan terjadi saat saya sedang serius2nya belajar di UI.
bagaimana dengan papa saya? beliau menyerahkan semuanya kepada saya. saya ingin kuliah dimana dan jurusan apa. tapi pesan beliau pilihan univ kedua adalah UNS. karena menurutnya itu akan 'menghemat'.
ya, di Solo ada nenek dan sanak saudara yang lain. jadi, yaaa mungkin mereka bisa membantu. toh sebenarnya mereka juga menginginkan saya kuliah disana.
tapi, lagi2 mama saya bilang, 'jangan merepotkan orang lain lagi.' dan saya makin bingung :(
jujur saya bingung. saya harus bagaimana? hati saya berdoa agar saya diterima SNMPTN Undangan di UI. tapi saya takut kalau mama saya malah berdoa saya tidak diterima di UI.
ya Allah saya takut...